MBG Program Bagus, Jangan Digagalkan: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu untuk Jaga Kualitas dan Transparansi

Jakarta – SIM.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cakung, Jakarta Timur, sempat diterpa berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa dan tidak boleh diganggu oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kepala BGN, , menegaskan MBG telah memberikan dampak nyata bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026), Dadan menjelaskan bahwa MBG Cakung telah melayani sekitar 4.200 siswa dari 18 sekolah tingkat SD hingga SMP sejak Maret 2026.

“Manfaatnya nyata. Anak-anak menjadi lebih fokus belajar dan tingkat kehadiran meningkat hingga 12 persen. Ini program yang baik, jangan digagalkan,” tegas Dadan.

BGN Lakukan Terobosan Lewat Aplikasi Reviu MBG

Menjawab berbagai dinamika di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, BGN kini menghadirkan inovasi baru berupa aplikasi Reviu MBG.

Aplikasi tersebut menjadi kanal digital bagi guru, orang tua, hingga siswa untuk memberikan penilaian terhadap paket makanan secara langsung dan real-time.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengunggah foto menu, memberikan rating rasa, melaporkan keterlambatan distribusi, hingga potensi makanan tidak layak. Seluruh laporan masuk langsung ke dashboard BGN pusat,” jelas Dadan.

Ia menambahkan, laporan yang masuk bahkan dapat ditindaklanjuti kurang dari 10 menit kepada pihak penyelenggara dapur MBG.

Sejak tahap uji coba pada April lalu, aplikasi Reviu MBG di Cakung telah menerima sebanyak 1.742 laporan masyarakat.

Data yang dihimpun menunjukkan:

  • 96,8 persen menu dinilai baik
  • 2,9 persen terkait keluhan porsi
  • 0,3 persen terkait suhu makanan

“Laporan 0,3 persen itu langsung kami tindak lanjuti dengan menghentikan distribusi batch terkait. Ini bukti sistem pengawasan berjalan,” tambahnya.

Jangan Mudah Percaya Narasi yang Belum Jelas

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, , menyayangkan munculnya berbagai informasi yang dianggap membentuk persepsi negatif terhadap pelaksanaan MBG di Cakung.

Menurutnya, terdapat sejumlah konten lama yang kembali diunggah dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Ada narasi soal makanan basi massal, padahal hasil laboratorium Dinas Kesehatan DKI menyatakan negatif. Bahkan ada video lama yang kembali beredar. Ini tentu merugikan anak-anak,” ujarnya.

Tigor menegaskan BGN membuka ruang audit publik secara transparan.

“Silakan masyarakat melihat langsung dapur SPPG Cakung Ujung Menteng. SOP kami ketat, mulai dari bahan baku UMKM binaan, pemeriksaan organoleptik berkala, hingga distribusi maksimal dua jam. Kalau ada pelanggaran pasti ditindak, tapi jangan digeneralisasi,” tegasnya.

Sisa Makanan Menurun, Anak Semakin Menyukai Menu MBG

Kepala SPPG Cakung Ujung Menteng, , menyampaikan tingkat sisa makanan terus menurun.

Pada minggu pertama pelaksanaan, sisa makanan tercatat sekitar 15 persen.
Namun pada Mei 2026 turun drastis menjadi 3,2 persen.

“Artinya anak-anak semakin menyukai menu yang kami sajikan.

Menu kami menggunakan sistem rotasi 20 hari, mulai dari ayam, telur, ikan lele dari peternak lokal Cakung hingga sayuran hasil urban farming,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid SDN 03 Pagi Cakung, , mengaku merasakan manfaat program tersebut.

“Anak saya dulu sering jajan. Sekarang justru menunggu MBG. Kami juga lebih hemat sekitar Rp15 ribu per hari. Harapan kami program ini terus berjalan dan kualitasnya dijaga,” tuturnya.

Pengawasan Berlapis dan Partisipasi Publik

Juru Bicara BGN, , mengatakan BGN turut menggandeng berbagai pihak dalam pengawasan berlapis.

Di antaranya melibatkan ,  serta Satgas Pangan.

Selain itu, aplikasi Reviu MBG juga telah terhubung dengan pusat komando layanan darurat 112.

“Laporan darurat akan langsung diprioritaskan,” kata Redy.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi program secara objektif.

“Kalau ada kejanggalan, silakan foto dan laporkan melalui Reviu MBG. Jangan menyebarkan informasi tanpa data. Satu hoaks bisa membuat seribu anak terlambat mendapatkan hak gizinya,” tegasnya.

BGN menargetkan aplikasi Reviu MBG dapat terpasang di seluruh 27.427 SPPG pada Agustus 2026.

“MBG merupakan investasi besar untuk masa depan generasi bangsa,Mari kita kawal bersama. Program bagus jangan digagalkan,” pungkas Dadan. ( Zep,/Jay)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *