Peningkatan Perbaikan BGN Demi Kemajuan Generasi Anak Indonesia Cerdas

Jakarta, Badan Gizi Nasional (BGN) terus mengakselerasi perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjamin hak gizi 27 juta anak Indonesia.

Jumat (29/5/2026), BGN mengumumkan tiga langkah perbaikan strategis menyusul evaluasi terhadap 23.842 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana menegaskan, evaluasi ini bukan untuk menghentikan layanan, justru memperkuat pondasi MBG sebagai investasi generasi cerdas.

“Anak Indonesia harus tumbuh sehat dan cerdas Karena itu, sistem yang bolong sekecil apa pun harus kami tambal cepat,” ujar Dadan di Jakarta.

Tiga Langkah Perbaikan BGN

1.SPPG Pengganti Langsung Aktif
BGN menindak tegas tiga SPPG yang terbukti menahan pembayaran ke pemasok lebih dari 30 hari.

Sanksi pencabutan izin dan blacklist langsung diberlakukan, Untuk menjamin layanan tidak putus, SPPG pengganti di Citeureup, Bogor, mulai beroperasi Sabtu (30/5/2026).
“1.200 siswa di lima SD tetap dapat MBG Distribusi darurat sudah kami kawal sejak Senin lalu,” kata Dadan.

2.Payment Tracker Cegah Gagal Bayar
Mulai 1 Juni 2026, BGN mengaktifkan Payment Tracker di aplikasi Reviu MBG, Sistem ini memantau real time transaksi SPPG ke UMKM pemasok. Jika telat bayar 14 hari, dashboard BGN otomatis terkunci dan termin berikutnya tidak cair.

“Ini ikhtiar agar tidak ada lagi UMKM gulung tikar karena ditahan SPPG nakal,” ucap Deputi Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan.

3.Audit Forensik & Pendampingan Hukum*
BGN mempercepat audit forensik terhadap 17 SPPG yang terindikasi gagal bayar senilai Rp8,7 miliar. Hasilnya akan diserahkan ke Inspektorat dan aparat penegak hukum pekan depan.

BGN juga memfasilitasi mediasi dan pendampingan hukum bagi UMKM terdampak.

“Kami tidak bisa talangi, karena hubungan hukumnya SPPG-pemasok, Tapi kami pastikan hak pemasok dikawal,” tegas Tigor.

99,4% SPPG Berjalan Baik
Juru Bicara BGN Redy Hendra menyebut 99,4% SPPG se-Indonesia telah menyalurkan MBG tepat waktu. “Hanya 0,6% yang bermasalah.

“Jangan sampai oknum merusak ekosistem 142 ribu UMKM dan semangat 27 juta anak,” ujarnya.

BGN mencatat MBG telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja lokal dan mendorong perputaran ekonomi Rp9,8 triliun per bulan di daerah.

“Ini bukan sekadar makan siang, Ini soal peradaban. Anak kenyang, UMKM untung, generasi cerdas,” kata Redy.

BGN membuka kanal aduan 24 jam di 1500-567 dan fitur “Lapor SPPG” pada aplikasi Reviu MBG. “Perbaikan akan terus kami lakukan. Karena masa depan Indonesia ada di piring makan anak hari ini,” Tegas Dadan. Jay

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *