Kepala SDN Pondok Kopi 07 Disorot, Foto Profil WhatsApp Gunakan Atribut TNI

SIM JAKARTA TIMUR — Penggunaan foto profil WhatsApp oleh Kepala SDN Pondok Kopi 07,Kec Duren Sawit, Jakarta Timur, M. Nurdin, yang menampilkan dirinya dengan atribut TNI menuai sorotan.

Pasalnya, M. Nurdin merupakan kepala satuan pendidikan sekaligus aparatur sipil negara (ASN) yang berada dalam lingkup Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penggunaan atribut institusi TNI dalam foto profil pribadi tersebut dipertanyakan dari sisi kepatutan dan etika, terlebih karena seorang kepala sekolah merupakan figur yang menjadi contoh bagi tenaga pendidik, peserta didik, maupun masyarakat.

Sorotan muncul karena penggunaan atribut tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persepsi tertentu, termasuk dugaan bahwa foto tersebut dapat memberikan kesan intimidatif atau digunakan untuk menakut-nakuti pihak tertentu.

Namun, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai motif sebenarnya tanpa adanya bukti atau klarifikasi lebih lanjut.

8/9/2026, Saat dikonfirmasi awak media, M. Nurdin membantah adanya maksud tertentu di balik penggunaan foto tersebut.
Ia menjelaskan bahwa foto profil dengan atribut TNI tersebut dibuat hanya untuk iseng karena keluarganya memiliki latar belakang TNI.

“Foto profil di WhatsApp menggunakan atribut TNI hanya iseng-iseng saja dan karena latar belakang keluarga saya TNI semua,” ujar Nurdin.

Ketika ditanyakan apakah penggunaan atribut tersebut diperbolehkan atau tidak bagi seorang kepala sekolah dan ASN, Nurdin mengaku belum mengetahui secara pasti ketentuannya.

“Terkait dibolehkan apa tidak, saya tidak mengetahui. Sebatas pengetahuan saya, saya tidak tahu,” katanya.

Nurdin juga menyatakan kesediaannya untuk mengganti foto tersebut apabila penggunaan foto itu ternyata menimbulkan persoalan atau dianggap tidak tepat.

“Saya akan rubah kalau memang itu nanti membuat masalah,” ujarnya.

Menurutnya, pembuatan foto profil tersebut berkaitan dengan momen ketika dirinya mengikuti pelatihan keterampilan abad ke-21 dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan ( P4) .

Ia juga menegaskan bahwa gambar tersebut bukan merupakan foto dirinya mengenakan seragam TNI secara langsung, melainkan hasil penggunaan teknologi AI.

“Saya pakai AI, bukan seragam langsung,” jelasnya.

Etika Pejabat Publik Perlu Menjadi Perhatian

Terlepas dari penjelasan yang disampaikan, penggunaan simbol atau atribut institusi tertentu oleh pejabat publik tetap menjadi persoalan yang patut dilihat secara hati-hati.

Terlebih seorang kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam lingkungan pendidikan dan dituntut menjaga keteladanan serta profesionalitas.

Karena itu, persoalan ini tidak semestinya langsung diarahkan pada tuduhan bahwa M. Nurdin bermaksud melakukan intimidasi. Namun, persepsi publik yang muncul juga tidak dapat begitu saja diabaikan.

Pihak Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta dinilai perlu memberikan penjelasan apabila memang terdapat aturan atau pedoman mengenai penggunaan atribut, simbol, maupun representasi institusi lain oleh kepala sekolah dan ASN pada akun komunikasi pribadi.

Kejelasan tersebut penting agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi sekaligus memberikan batas yang jelas antara ekspresi pribadi dengan kepatutan seorang pejabat publik.

Dengan demikian, substansi persoalan bukan semata-mata mengenai sebuah foto profil WhatsApp, melainkan soal kepatutan, keteladanan, dan bagaimana seorang kepala sekolah sebagai ASN menjaga persepsi publik terhadap institusi pendidikan yang dipimpinnya. Napit & team

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *