Webinar BAPPERINDA Kab Bogor fokus “Penguatan Ekosistem Kerja Sama dan Isu Internasional dalam Pengembangan Riset & Inovasi di Daerah”

Cibinong ,SIM.com
Webinar yang di laksanakan BAPPERINDA merupakan forum strategis yang diselenggarakan oleh BAPPERIDA Kabupaten Bogor (Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah). Forum ini berfokus pada sinkronisasi riset lokal dengan standar global serta perluasan jaringan kemitraan internasional untuk kemajuan daerah.
Webinar Narasumber Utama WebinarKegiatan ini menghadirkan para pakar di bidang kebijakan pemerintahan dan jaringan regional:Dr. Bambam Setia Aji, M.B.A – Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bogor.Ahmad Fajri, S.H., M.H. – Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri.Hendra Susila Adi – Koordinator Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran, United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Indonesia.Inti Pembahasan & UrgensiWebinar ini menyoroti beberapa poin penting terkait tata kelola riset dan inovasi di tingkat daerah:Transformasi Kelembagaan: Mengulas peran BAPPERIDA (sebelumnya Bappedalitbang) dalam menahkodai ekosistem riset, teknologi, dan inovasi yang lebih terarah di Kabupaten Bogor.Kemitraan Multipihak & Internasional: Mendorong pemerintah daerah memanfaatkan peluang kerja sama dengan lembaga internasional, universitas global, dan organisasi antarpemerintah daerah (seperti UCLG ASPAC) untuk transfer teknologi dan pendanaan riset.Integrasi Isu Global: Mengadopsi isu-isu internasional (seperti perubahan iklim, tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs, dan transformasi digital) ke dalam perencanaan inovasi serta kebijakan pembangunan daerah.Replikasi & Skalabilitas: Mendorong hasil kajian riset agar tidak sekadar menjadi dokumen, melainkan bertransformasi menjadi inovasi pelayanan publik yang dapat direplikasi dan berdampak langsung pada masyarakat.

Berdasarkan fokus keahlian dan materi yang dibawakan dalam webinar NGaRIUng Series 6, berikut adalah proyeksi saran dan pandangan yang ditekankan oleh masing-masing narasumber untuk pengembangan Kabupaten Bogor:1. Dr. Bambam Setia Aji, M.B.A (Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bogor)Saran/Pendapat: Menekankan pentingnya transformasi kelembagaan pasca-perubahan dari Bappedalitbang menjadi BAPPERIDA. Beliau menyarankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bogor memperkuat basis data statistik sektoral daerah (DSSD). Data yang akurat merupakan fondasi utama agar hasil riset kedepannya dapat melahirkan inovasi pelayanan publik yang presisi dan tepat sasaran.2. Ahmad Fajri, S.H., M.H. (Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri)Saran/Pendapat: Menyoroti koridor regulasi dan legalitas tata kelola kemitraan. Beliau menyarankan agar pemerintah daerah aktif menjemput peluang kerja sama luar negeri namun tetap wajib mematuhi aturan administrasi Kementerian Dalam Negeri. Pendapatnya menekankan bahwa kepatuhan regulasi sangat penting agar kolaborasi internasional yang dijalin oleh daerah tetap akuntabel, aman secara hukum, dan berjalan secara berkelanjutan.3. Hendra Susila Adi (Koordinator Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran, UCLG ASPAC Indonesia)Saran/Pendapat: Mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan jaringan regional secara optimal melalui wadah UCLG ASPAC. Beliau menyarankan agar Kabupaten Bogor tidak berjalan sendiri, melainkan aktif melakukan transfer teknologi, studi replikasi inovasi, dan menyelaraskan program lokal dengan isu global (seperti tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs dan perubahan iklim) guna menarik skema pendanaan multipihak dari lembaga internasional.

Pembahasan &
UrgensiWebinar ini menyoroti beberapa poin penting terkait tata kelola riset dan inovasi di tingkat daerah:Transformasi Kelembagaan: Mengulas peran BAPPERIDA (sebelumnya Bappedalitbang) dalam menahkodai ekosistem riset, teknologi, dan inovasi yang lebih terarah di Kabupaten Bogor.Kemitraan Multipihak & Internasional: Mendorong pemerintah daerah memanfaatkan peluang kerja sama dengan lembaga internasional, universitas global, dan organisasi antarpemerintah daerah (seperti UCLG ASPAC) untuk transfer teknologi dan pendanaan riset.Integrasi Isu Global: Mengadopsi isu-isu internasional (seperti perubahan iklim, tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs, dan transformasi digital) ke dalam perencanaan inovasi serta kebijakan pembangunan daerah.Replikasi & Skalabilitas: Mendorong hasil kajian riset agar tidak sekadar menjadi dokumen, melainkan bertransformasi menjadi inovasi pelayanan publik yang dapat direplikasi dan berdampak langsung pada masyarakat.

Kesimpulan utama dari webinar NGaRIUng Series 6 yang diselenggarakan oleh BAPPERIDA Kabupaten Bogor menekankan perlunya transformasi kelembagaan pemerintah daerah, kemitraan internasional, penyelarasan isu global, serta hilirisasi inovasi pelayanan publik. Rekomendasi yang diajukan mencakup optimalisasi regulasi kerja sama Kemendagri, pemanfaatan jaringan regional UCLG ASPAC, penguatan basis data sektoral, dan penerapan skema pendanaan multipihak berbasis hexa-helix. ( Wmm )

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *