
KABUPATEN TANGERANG, – Proyek rehabilitasi gedung pendidikan SMPN 3 Jalan Kacipet, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terkesan asal jadi, Rabu (23/12).
Pasalnya, pekerjaan yang merogoh kocek anggaran pajak daerah sebesar setengah milyar rupiah, bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang diduga tak dilengkapi papan informasi.
Hal ini menimbulkan kecurigaan dengan adanya spesifikasi yang tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Dilansir dari LPSE, CV. Rere Putra Perkasa, selaku pelaksana kegiatan tersebut, yang terkesan buru-buru sehingga tidak maksimal dalam pengerjaan.
Saat dikonfirmasi, staf tata usaha (TU), Eva, tak mengetahui secara detail, namun, dilimpahkan kepada pihak sekolah bagian sarana dan prasarana (Sapras).
” Engga tahu, coba tanyakan sama bagian Saprasnya, Pak Holik, ” cetusnya, Selasa (23/12) sore.
Menindaklanjuti, Ketua Forum Wartawan Bersatu (FWB), Andre, mengatakan bahwa segala hal yang didanai oleh APBD, harus mendorong keterbukaan informasi, agar tak terlepas dari kecurigaan yang mendalam.
” Segala sesuatu yang di danai oleh APBD harus terbuka, jangan ditutupi, apalagi rehabilitasinya seperti ini, yang terkesan asal jadi, ” ucapnya, Selasa (23/12) malam.
Pihaknya melanjutkan, adanya dugaan Mark up dari pemborong dan persekongkolan jahat dengan Kepala Sekolah tercium dilapangan, pasca dilaksanakan pekerjaan rehabilitasi yang tak terlihat progresnya.
” Kami menduga, adanya Mark up di lapangan yang dilakukan oleh kontraktor yang bekerjasama dengan Kepala Sekolah, sehingga tempat pendidikan ini (SMPN 3 Pagedangan-Red) terbilang jauh dari progres rehabilitasi, ” tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada kutipan resmi dari pihak sekolah. (Red/FWB).
