
TANGERANG – Kepala SMKN 10 Kabupaten Tangerang, Adi Maryadi, menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pendidikan Pemerintah Provinsi Banten untuk pemerataan kesempatan belajar, khususnya dengan kebijakan sekolah swasta gratis yang digagas Gubernur Banten.
Dalam keterangannya, Adi Maryadi menjelaskan bahwa tingginya animo masyarakat untuk bersekolah di SMKN 10 membuat sekolahnya sempat menerapkan sistem dua shift kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, pihaknya kini tengah berupaya keras agar seluruh kegiatan belajar dapat berlangsung pada pagi hari.
“Kami memang sempat menjalankan dua shift karena keterbatasan ruang kelas, sementara peminat SMKN 10 sangat tinggi. Tapi kami terus berbenah agar tahun depan bisa satu shift penuh,” ujar Adi Maryadi.
Sebagai langkah nyata, Adi mengungkapkan bahwa jumlah penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 10 telah dikurangi secara bertahap.
Pada tahun 2025, jumlah rombongan belajar (rombel) berkurang dari 16 kelas menjadi 13 kelas, dan pada tahun 2026 ditargetkan hanya 9 kelas.
“Insya Allah tahun 2026 nanti seluruh kegiatan belajar sudah bisa pagi semua. Kami juga mendukung penuh program Pak Gubernur agar sekolah-sekolah swasta punya kesempatan menerima siswa baru,” imbuhnya.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, H. Jamaludin, M.Pd, yang menyampaikan tanggapannya melalui pesan singkat.
“Langkah SMKN 10 sangat positif dan sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Banten. Kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta penting untuk menciptakan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Kadis Pendidikan H. Jamaludin.
Dengan upaya tersebut, SMKN 10 Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan, sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar bagi siswa-siswi di wilayah Kabupaten Tangerang.(Handri.Muhammad)
