SUDAH DI INGATKAN SEBELUMNYA , Pekerjaan Sayap dalam Pembangunan JEMBATAN KLAPANUNGGAL- Cipeuchang Berpotensi selalu Ambruk , Kadis PUPR diduga Rencanakan Type Kerja troble Solving.

Sudah di ingatkan sebelumnya dan telah mengirimkan Foto pelaksanaan proyek dan potensi yang akan terjadi setelah pekerjaan tersebut selesai .
Beberapa hal yang telah disampaikan Media ini kepada Kepala Dinas PUPR ,Suryanto Putra lewat Voice Note( 25/10 ) yang lalu. Dimana , dalam Voice Note yang di ingatkan media ini adalah banyaknya kejanggalan dalam proyek pembangunan Jembatan Klapanunggal – Cipeuchang yang di laksanakan oleh CV PUTRA BELKO. dengan anggaran Rp 3.091.763.700,- dengan Pengawas PT ADHI MAS CIPTA DWIPANTARA. KSO.PT.METRIK ARSAPLAN INDONESIA dengan waktu pelaksanaan 130 hari kalender.

Dalam Voice Note yang di sampaikan Media ini kepada Kepala Dinas PUPR , Suryanto Putra yaitu, adanya Dugaan pihak perusahaan mengoplos pemakaian Besi di struktur utama Jembatan, adanya Dugaan pemasangan Batu untuk TPT pakai batu bekas bongkaran serta adanya pasangan saluran di atas pasangan lama yang baru di bongkar se iring dengan renovasi jembatan tersebut.


Selain dari itu, Media ini juga menyoroti terkait pemasangan sulingan di TPT sayap yang diduga jaraknya tidak sesuai gambar dan RAB.

Hasil investigasi media ini , bahwa sengaja menunggu kedatangan dari Pelaksana dan konsultan Pengawas hingga hampir Tiga jam di lokasi proyek dengan harapan ada pihak kontraktor atau konsultan pengawas yang datang kelokasi sehingga dapat diminta tanggapannya atas pelaksanaan proyek ini.( 25/10) yang lalu.
Namun hingga pukul 13.00 Wib, pekerja hanya 6 orang dengan kondisi 2 orang sedang sakit.
Ketika media mencoba mendatangi Dereksiket dan memperhatikan gambar kerja , terlihat pemasangan Pembesian di struktur utama jembatan harus memakai besi 15 , namun sebagian terpasang besi 13 .


Yang tidak kalah pentingnya ,Media ini juga menyampaikan kepada kepala Dinas PUPR SURYANTO , bahwa Pemadatan Bahu jembatan yang diduga memakai bekas galian tanah campuran yang bukan tanah merah super , dan yang terpenting adalah pembuatan perencanaan pasangan sayap yang menjadi jalur Jembatan yang. seharusnya memiliki pasangan yang kuat karena beban kendaraan yang melintas di jembatan lebih menitikberatkan sebelum memasuki jembatan. Akan tetapi , Realita di lapangan pembangunan Sayap jembatan memang sesuai Gambar , khususnya mengenai kemiringan yang tegak lurus dengan metode segitiga siku-siku dengan memakai sepatu kedalam jembatan . Kemudian, Tim juga menyampaikan kepada Kepala Dinas PUPR agar mengevaluasi lebar dan pada Pemadatan Jembatan karena sangat berpotensi amblas.
Namun, hingga hampir 2 pekan , Kepala Dinas PUPR , SURYANTO PUTRA tidak ada Respon atau arahan dan petunjuk bahkan sama sekali tidak ada Jawaban dari Voice Note tersebut, yang kemudian HINGGA RETAKNYA SAYAP TPT JEMBATAN tersebut . Oleh Sebab itu, Media ini menduga Kepala Dinas PUPR seperti TIDAK KUASA melakukan Teguran kepada Pemborong dan Konsultan , sepertinya Kadis PUPR diduga ada sesuatu kepentingan dalam proyek di PUPR yang membuat kepala dinas memilih Diam dan tidak bertindak, dan atas dugaan adanya Dugaan tersebut telah menjadi Dokumen Media ini sebagai bahan tindak lanjut ke APH setelah Pekerjaan Jembatan ini di serah terimakan oleh Pemborong kepada pemerintah. ( TIM).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *