
SIM BEKASI;Transparansi pengelolaan dana hibah sebesar Rp100 juta di lingkungan RW 01 Kelurahan Harapan Mulya menjadi sorotan tajam warga. Hingga saat ini, pengurus RW dinilai belum memberikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang jelas terkait alokasi dana yang bersumber dari program pemberdayaan masyarakat tersebut.
Minimnya Sosialisasi dan Realisasi
Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana dana tersebut digunakan. Menurut pengakuan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, rapat koordinasi yang dilakukan hanya melibatkan segelintir pengurus inti tanpa melibatkan forum warga secara luas.
”Kami belum melihat perbaikan fisik walau skala kecil, belum tau juga soal adanya dana hibah dengan nominal Rp100 juta per RW, sosialisasi dan informasi tidak pernah ada kami butuh rincian nota dan transparansi dan alokasinya,” ujarnya pada Kamis (6/3).
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu RT di RW 01 hanya mendapatkan 4 unit CCTV, di RT lainnya mendapat kompa untuk keperluan bnjir sementara itu di RT 04/05 mendapatkan CCTV, laptop dan printer.
Sementara itu Lurah Harapan Mulya Agung Adi Putra sudah melakukan klarifikasi dengan pihak RW dan memintanya untuk melakukan komunikasi dengan warga.
”Sudah komunikasi dengan RW, dari pihak RW akan dijelaskan setelah habis lebaran, dengn mengundang para pengurus RT,” jelasnya
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak kelurahan dan pengurus RW. Warga berharap agar pihak berwenang dapat melakukan audit independen untuk memastikan dana tersebut benar-benar terserap untuk kepentingan publik, dan dilakukan sosialisasi dan LPJ yang sesuai. Napit
