
Jakarta – SIM.COM, Pernyataan Wakil Kepala BGN terkait larangan pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum lolos verifikasi memang terdengar tegas. Namun di lapangan, berbagai persoalan justru masih menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Jika memang proses dilakukan transparan dan tanpa pungutan, mengapa masih muncul banyak keluhan dari calon mitra yang mengaku kebingungan soal mekanisme, kuota wilayah, hingga validitas informasi yang beredar? Ini menandakan sosialisasi program belum sepenuhnya berjalan efektif dan merata.
Penutupan portal mitra oleh BGN juga menimbulkan tanda tanya publik. Ketika masyarakat mulai antusias berpartisipasi mendukung program nasional, akses justru ditutup dengan alasan validasi data. Publik tentu berhak mengetahui bagaimana sistem verifikasi dilakukan, siapa yang menentukan prioritas wilayah, dan bagaimana pengawasan dijalankan agar tidak terjadi permainan oknum di lapangan.
Program MBG merupakan program besar yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, transparansi tidak cukup hanya disampaikan melalui konferensi pers. Harus ada keterbukaan data yang bisa diakses publik secara jelas dan berkala.
Selain itu, klaim bahwa sebanyak 29.400 dapur telah terverifikasi dan 27.900 sudah operasional juga perlu diawasi bersama. Jangan sampai angka besar hanya menjadi pencitraan administratif, sementara kualitas pelayanan, kelayakan dapur, hingga kesejahteraan pemasok bahan pangan justru diabaikan.
Aktivis dan masyarakat sipil memiliki peran penting untuk ikut mengawasi program ini. Pemerintah jangan alergi terhadap kritik. Sebab kritik hadir agar program benar-benar berjalan untuk rakyat, bukan sekadar proyek formalitas.
Jika BGN serius ingin menjaga integritas Program Makan Bergizi Gratis, maka yang paling dibutuhkan hari ini bukan hanya penutupan portal dan larangan membangun dapur, tetapi keterbukaan informasi, pengawasan independen, dan perlindungan masyarakat dari potensi penyalahgunaan program.
Karena pada akhirnya, program sebesar MBG harus mampu menghadirkan kepercayaan publik, bukan justru memunculkan kebingungan dan polemik baru.Jay
