
Bogor, SIM.com.
SK Tanggap darurat Bupati Bogor tahun 2025 dan 2026 diduga jadikan tameng penyerapan BTT sebab, BTT bisa di jalankan ketika SK Bupati sudah terbit , tetapi Realisasi BTT terindikasi cacat prosedural dalam penetapan Objek maupun titik lokasi yang dinyatakan sebagai Lokasi terkena Bencana . Berdasarkan informasi yang di peroleh tim media SIM yang bergabung di Organisasi Jurnalistik AJUDIKASI TERSIGAP NUSANTARA, dimana secara khusus media SIM melakukan konfirmasi kepada pemerintah Daerah yang di jawab oleh BPKAD kab Bogor . Dalam jawaban surat tersebut , BPKAD kabupaten Bogor mengatakan bahwa Belanja Tak Tetduga Pemerintah kabupaten Bogor tahun 2025 sebesar 87.415.755.983 , sementara itu ada sebesar 9,1 milyar untuk membayar tunggakan tahun sebelumnya. Selanjutnya, Dana BTT tahun 2025 sebesar 87 Milyar ini tersebar di beberapa Dinas dan kecamatan seperti jawaban BPKAD kepada Media ini.

Ketika Media SIM mencoba menelusuri Realisasi BTT tahun 2025 ini di beberapa Dinas dan kecamatan , sda yang patut di apresiasi karena ada beberapa Dinas dan kecamatan telah memberikan jawaban yang Konfrehensif dan memberikan keterangan bagamana proses penyerapan BTT tersebut.
Tetapi ada juga Dinas yang belum memberikan jawaban, bahkan ada kesan unsur kesengajaan tidak mau menjawab karena disposisi surat tersebut tidak ada progres tindak lanjut.
Secara khusus yang menjadi perhatian Tim media ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan permukiman dan Dinas Sosial , dan Badan Penanggulan Bencana Daerah , sebab semenjak surat konfirmasi terkait Realisasi dana BTT yang telah di kirimkan oleh Media SIM dari bulan Agustus lalu belum ada tanda-tanda akan di jawab.
Dengan tidak adanya progres surat konfirmasi yang telah di Disposisi para kepala Dinas ini , Akhirnya Timbul berbagai pertanyaan besar , Ada apa dengan Penyerapan BTT tahun 2025 ini ????
Berbagai Spekulasi , dan pertanyaan , dan. Praduga , ada yang menduga bahwa dana BTT ini berpotensi tumpang tindih dengan kegiatan Reguler,, ada juga yang menduga bahwa Dana BTT ini di Korupsi , dan ada juga yang menduga bahwa. Penetapan Objek tidak sesuai prosedur, artinya Bahwa Objek yang di danai BTT bukan objek dampak bencana tetapi objek yang telah masuk dalam rencana perbaikan atau usulan.
Salah satu Contoh Objek yang seperti ini adalah pembuatan DPT CILEBUT TIMUR pada ruas jalan Cilebut – Bogor . Dimana pada faktanya Anggaran Proyek DPT ini TIDAK DI KETAHUI KE PUBLIK , berapa Dana BTT yang dipakai , dan tidak di ketahui Perusahaan mana yang melaksanakan proyek.
Bahkan hasil penelusuran dari TIm nedia SIM bahwa proyek tersebut pernah Amrbuk / Longsor lagi sehari sebelum dilakukan PHO , dimana pasangan Bronjong kawat yang tadinya sudah selesai, kemudian Ambruk kembali dan diperbaiki hingga selesai .
Ketika Media ini menelusuri kepada warga yang dekat dengan objek DPT tidak ada satupun mengatakan bahwa di area tersebut tidak ada papan proyek dan bahkan untuk menguruk lobang sekitar memakaii puing genteng pecah karena tidak ada pengawasan, bahkan pasangan Bronjong kawat juga rapat dengan bibir jalan.
Artinya , Dana BTT ini sangat rawan di korupsi , sehingga sangat URGENT untuk di Periksa, sehingga. dana BTT tahun 2025 itu bukan Anggaran ” BAGI-BAGI” karena sehausnya BTT ini di persiaipkan untuk korban bencana , dan Dana BTT tersebut di luar APBD atau tidak memilik Nomenklator . Oleh sebab itu , Ketua Umum AJUDIKASI TERSIGAP, W.Marulak Marpaug meminta agar BTT 2025 ini dilakukan pemeriksaan menelurh.TIM.
